PASAR SROWOLAN SEBAGAI BANGUNAN CAGAR BUDAYA

August 26, 2025

DAPOBUD-OPK: Warisan Budaya Benda,

Pasar Srowolon terletak di Jalan Palagan Tentara Pelajar No.116, Karanggeneng, Purwobinangun, Pakem, Sleman. Pasar Srowolan merupakan bangunan los terbuka terdiri dari lima deretan yang berjajar utara-selatan. Denah los berbentuk persegi panjang. Atap bangunan berbentuk pelana dengan penutup terbuat dari genteng. Atap bangunan memiliki tutup gable dari seng gelombang pada kedua sisinya.

Atap los Pasar Srowolan disangga oleh enam tiang yang terbuat dari besi. Setiap rangka besi disambung dengan mur dan baut. Berdasarkan inskripsi yang tertera pada salah satu rangka besi, besi-besi ini merupakan buatan pabrik baja Guttehofnungshotte di Jerman. Lantai los terbuat dari batu-bata yang dilapisi plesteran semen dengan ketinggian 35 cm dari permukaan tanah. Pada salah satu los, terdapat lempengan dari besi yang bertuliskan “BRAAT SOERABAIA DJOCJA TEGAL SOEKABOEMI “.

Bangunan Pasar Srowolan memakai gaya arsitektur tradisional dengan bahan bangunan modern. Di sebelah barat pasar, terdapat bekas kemantren dan gudang garam yang saat ini dimanfaatkan sebagai TK.

Pasar Srowolan didirikan pada tahun 1896 oleh Kasultanan Yogyakarta. Pendirian pasar bersamaan dengan didirikannya kemantren Srowolan dan hari pasarannya jatuh pada hari Wage. Pasar Srowolan di masa lalu ramai dikunjungi karena adanya midhang, yakni upacara tradisional sebagai wujud syukur atas terkabulnya permohonan. Bangunan pasar yang ada sekarang merupakan hasil pemugaran yang dilakukan oleh Sultan Hamengkubuwono VIII pada 1921. Pemugaran pasar dikerjakan oleh N.V Construtie Atelier Der Vorstenlanden Djokjakarta dengan material bangunan dibuat oleh N.V. Braat. Dahulu terdapat pedagang Tionghoa yang berdagang di sebelah barat pasar namun para pedagang Tionghoa tidak lagi berjualan sejak masa Agresi Militer Belanda Kedua. Pada saat masa Agresi Militer Belanda Kedua, wilayah Sleman dikuasai oleh militer Belanda dan akibatnya banyak pasar yang sepi. Sementara itu Pasar Srowolan justru masih ramai karena masih dimanfaatkan oleh para pejuang untuk mengumpulkan logistik. Selain sebagai tempat mencari persediaan logistik, mereka juga menjadikan pasar ini sebagai tempat pertukaran informasi antar pejuang.

Pasar Srowolan telah ditetapkan sebagai cagar budaya dengan SK Bupati Nomor 6.13/Kep.KDH/A/2019 pada tanggal 1 Februari 2019.